Dari Duka ke Keteguhan Perjuangan Yayu Rulia Sutowiryo, Istri Jenderal Ahmad Yani
Ilustrasi foto:Yayu Rulia Sutowiryo, Istri Jenderal Ahmad Yani
Tragedi Gerakan 30 September 1965 bukan hanya meninggalkan luka sejarah bagi bangsa Indonesia, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga para korban. Salah satunya adalah Yayu Rulia Sutowiryo, istri Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani, yang harus menghadapi kenyataan kehilangan suami sekaligus memikul tanggung jawab membesarkan delapan anak seorang diri.
Selama hampir setahun, Yayu hidup dalam kesedihan. Namun, pada November 1966 ia mengumpulkan anak-anaknya dan bertekad untuk bangkit. Sejak saat itu, ia menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah, menanamkan disiplin, menjaga kebersamaan, dan berusaha keras mencari nafkah.
Kegagalan dalam usaha kecil tidak membuatnya menyerah. Dengan keberanian, ia merintis usaha properti yang kemudian membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarganya. Perlahan, kondisi ekonomi membaik, dan semangat pantang menyerah menjadikan Yayu sosok teladan tentang kekuatan perempuan dalam menghadapi badai kehidupan.
Kisah Yayu Rulia Sutowiryo bukan sekadar catatan sejarah keluarga Ahmad Yani, tetapi juga inspirasi bagi generasi kini. Ia menunjukkan bahwa dari duka mendalam dapat lahir keteguhan, dan dari keterpurukan tumbuh keberanian. Perjuangan seorang ibu yang bangkit dari tragedi menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk menata masa depan.
Opini ditulis oleh: Bangwan
Posting Komentar