NEWS BREAKING NEWS
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemerintah Didesak Tegas Selesaikan Dualisme Tinju Amatir Indonesia

Pemerintah Didesak Tegas Selesaikan Dualisme Tinju Amatir Indonesia



TRANSFORMASINUSA.COM | Bekasi — Dualisme kepengurusan tinju amatir di Indonesia kembali menjadi sorotan berbagai kalangan. Konflik yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir tersebut disebut berdampak pada pembinaan atlet, kepastian kompetisi, hingga masa depan olahraga tinju nasional, Minggu (9/2/2026).

Sejumlah pelatih, atlet, dan pemerhati olahraga menilai kondisi ini menimbulkan kebingungan di tingkat daerah maupun nasional. Atlet disebut menjadi pihak yang paling terdampak akibat ketidakjelasan organisasi yang berwenang.

“Yang dirugikan bukan pengurus, tetapi atlet. Mereka berlatih keras dan berkorban waktu serta tenaga, namun masa depan mereka terhambat akibat konflik kepentingan elite organisasi,” ujar Markus Gea yang akrab disapa Wira, mantan petinju profesional sekaligus pelatih tinju amatir.

Menurutnya, dualisme organisasi membuat atlet kesulitan mengikuti kejuaraan resmi, memperoleh rekomendasi, serta mendapatkan akses pembinaan yang berkelanjutan. Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat prestasi atlet di ajang nasional maupun internasional.

Selain berdampak pada atlet, persoalan ini juga disebut mengganggu pembinaan usia dini dan memicu perpecahan di tingkat sasana. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola olahraga nasional.

Seorang pemerhati olahraga nasional menilai pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Negara harus hadir. Pemerintah tidak boleh ragu mengambil keputusan strategis demi kepastian hukum dan arah pembinaan olahraga. Tanpa ketegasan, dualisme ini akan terus berlarut dan merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pemangku kepentingan terkait dinilai memiliki kewenangan untuk memberikan kepastian hukum dan mengakhiri polemik yang berkepanjangan.

Pengamat menilai, penyelesaian dualisme tinju amatir bukan sekadar persoalan organisasi, tetapi menyangkut masa depan atlet dan martabat olahraga nasional. Keputusan yang tegas dan objektif diharapkan mampu mengembalikan fokus pembinaan tinju Indonesia ke jalur prestasi dan profesionalisme.

Hingga berita ini diturunkan, pihak organisasi yang terlibat dalam dualisme tersebut maupun Kemenpora belum memberikan keterangan resmi terkait desakan penyelesaian konflik tersebut.


[RED] Syarifuddin

TRANSFORMASINUSA NEWS

TNC GROUP CHATT ME

Kritik dan Saran bisa melalui kolom dibawah ini,Terima Kasih

Posting Komentar