Hadapi Krisis, Hentikan Memungut Pajak Baru ke Rakyat
TRANSFORMASINUSA.COM, JAKARTA – Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menyatakan sikap menolak rencana pemerintah yang berpotensi menambah beban masyarakat melalui pungutan atau pajak baru di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Berikut pernyataan sikap resmi PKN:
1. Menolak Pajak Tambahan di Jalan Tol
PKN menolak rencana pengenaan pajak tambahan bagi pengguna jalan tol. Sebab, penyediaan fasilitas publik merupakan kewajiban pemerintah, dan biaya tol sendiri pada dasarnya sudah merupakan bentuk pungutan. Menambah komponen pajak lagi dinilai tidak tepat dan terkesan menduplikasi beban.
2. Penundaan Pajak Kendaraan Listrik (EV)
Meminta penundaan pengenaan pajak untuk kendaraan listrik hingga ekosistemnya benar-benar siap. Insentif pajak dinilai penting untuk mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan serta beban devisa negara dari impor BBM.
3. Evaluasi Efisiensi Anggaran
Untuk menutupi potensi defisit, PKN mendesak pemerintah mengevaluasi anggaran pada program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ditemukan adanya pengadaan barang yang dinilai tidak efisien dan tidak mendesak, seperti kendaraan, laptop, hingga seragam, yang justru menyedot anggaran besar namun bukan kebutuhan utama.
4. Fokus pada Sektor Riil
Pemerintah diminta memprioritaskan program yang menggerakkan ekonomi nyata dan padat karya, serta menekan angka impor agar perputaran ekonomi lebih maksimal terjadi di dalam negeri.
Sikap PKN
"Di tengah menghadapi krisis global, mari bangkit bersama dengan cara sesedikit mungkin menambah beban rakyat melalui aneka pajak baru. Fokus pada efisiensi dan kemandirian ekonomi adalah kunci maju bersama."
Nusantara Bangkit, Negara Maju.
(Redaksi)
Posting Komentar