NEWS BREAKING NEWS
Live
wb_sunny

Breaking News

Malam Aklamasi di Astana Belik Nangka: Hanan Setiyanto Nahkodai Laskar Palapa Batang

Malam Aklamasi di Astana Belik Nangka: Hanan Setiyanto Nahkodai Laskar Palapa Batang



Hanan Setiyanto Pimpin DPC Laskar Palapa Batang Periode 2026-2029 (foto: hasiledit).


TRANSFORMASINUSA.COM, Batang – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Astana Pasekaran Belik Nangka, Sabtu malam, 24 April 2026. Di bawah temaram lampu pukul 20.00 WIB, sekitar 30 orang duduk melingkar. Bukan sekadar berkumpul, mereka sedang menorehkan sejarah: membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Palapa (Patriot Pembela Pancasila) Kabupaten Batang untuk pertama kalinya.

Tak ada debat panjang. Tak ada voting yang tegang. Nama Hanan Setiyanto mengemuka, lalu disambut anggukan serempak. Musyawarah mufakat itu berakhir aklamasi. Tepuk tangan pelan mengiringi penetapannya sebagai Ketua DPC Laskar Palapa Batang periode 2026-2029.

“Malam ini bukan soal jabatan. Ini soal tanggung jawab menghidupkan Pancasila di akar rumput,” ucap Prayitno, Ketua DPC Laskar Palapa Kota Pekalongan yang malam itu menjadi inisiator acara. Kehadirannya bersama utusan DPC Pemalang menjadi penanda bahwa gerakan ini tak bergerak sendiri. 

Merawat Pancasila dari Batang  
Prayitno menegaskan, Laskar Palapa hadir bukan untuk gagah-gagahan. “Kita ingin mengajak masyarakat Batang kembali pada nilai luhur Pancasila. Bukan sekadar dihafal, tapi diamalkan dalam gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial,” tuturnya. 

Kalimat itu diamini para peserta. Bagi sebagian besar dari mereka, Pancasila belakangan terasa jauh: ada di buku pelajaran, tapi tipis di keseharian. Karena itu, pembentukan DPC ini diniatkan sebagai “rumah bersama” untuk merawat nasionalisme lewat kerja nyata.

Hanan Setiyanto, yang malam itu resmi memikul amanah, belum banyak bicara. Namun dari daftar kepengurusan yang terbentuk, terlihat arah geraknya: ada Kabid Seni Budaya, Masyarakat Lintas Budaya, Ekonomi dan Koperasi, hingga Diklat. Sebuah sinyal bahwa Laskar Palapa Batang tak ingin eksklusif di isu ideologi, tapi masuk ke ruang kebudayaan, ekonomi warga, dan pendidikan kader.

Wajah-Wajah di Balik Layar  
Di balik struktur itu ada nama-nama yang dikenal di lingkar pergerakan Batang. Prayitno, Moh. Zen Abah Bram, Rapali, dan Sukiyanto duduk sebagai penasihat. Aziz Sumarno dipercaya sebagai sekretaris, Trubus memegang bendahara. Bidang-bidang lain diisi Wahono di Satgas, Srihadi Hidayat di Rekrutmen, Abdul Aziz di Seni Budaya, Nikmat Dwi Andriyanto di KARLA, Khaerul Aziz di Ekonomi dan Koperasi, Ardiyanto di Hukum, Ibrahim di Masyarakat Lintas Budaya, dan Dwi Haryono di Diklat.

Malam itu ditutup sederhana: doa bersama, lalu foto. Tak ada panggung mewah. Hanya komitmen yang diucap pelan, tapi tegas.

Pekerjaan Rumah Menanti  
Aklamasi sudah. Struktur sudah. Kini, pekerjaan rumah menanti Hanan dan jajarannya: menerjemahkan semangat malam itu menjadi program yang dirasa warga. Sebab Pancasila, seperti kata Prayitno, “bukan untuk dipajang, tapi untuk dikerjakan.”

Redaksi masih berupaya menghubungi Hanan Setiyanto untuk menggali lebih jauh visi dan program 100 hari pertamanya. Apa langkah pertama Laskar Palapa Batang? Warga menunggu jawabannya, bukan di podium, tapi di lapangan.

Reporter: Kikie  

TRANSFORMASINUSA NEWS

TNC GROUP CHATT ME

Kritik dan Saran bisa melalui kolom dibawah ini,Terima Kasih

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar