Wasekjen PKN Modernisasi Sistem KAI Lebih Penting dari Posisi Gerbong Wanita
TRANSFORMASI NUSA.COM | JAKARTA – Wasekjen Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Manuel David mengkritik usulan pemindahan gerbong khusus wanita ke tengah rangkaian kereta. Menurutnya, langkah itu tidak menyentuh akar masalah keselamatan penumpang.
Kritik ini merespons pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi yang mengusulkan relokasi gerbong wanita pascakecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
“Memindahkan gerbong ke tengah hanya solusi kosmetik. Ditempatkan di mana pun, jika sistem persinyalan dan manajemen lintasan lemah, penumpang tetap terancam. Keselamatan tidak boleh dibedakan berdasarkan gender,” kata Manuel di Jakarta.
Manuel menilai pemerintah seharusnya fokus pada modernisasi menyeluruh sistem keselamatan KAI. Ia mencontohkan teknologi Automatic Train Protection (ATP) dan sistem deteksi dini yang seharusnya mampu mencegah tabrakan di jalur sama.
PKN mendesak tiga langkah:
1. Audit total sistem komunikasi masinis dengan pusat kendali 2. Modernisasi teknologi sarana dan prasarana keamanan 3. Evaluasi SDM untuk menutup celah human error dan memastikan kepatuhan SOP
Senada dengan Dirut KAI dan Menko Infrastruktur AHY, Manuel menegaskan pemindahan risiko ke penumpang laki-laki di ujung rangkaian bukan kebijakan tepat.
“Jangan terjebak pemikiran sempit bahwa keselamatan hanya untuk satu kelompok. Pemerintah harus evaluasi mengapa sistem KAI yang disebut modern masih kecolongan insiden fatal di Bekasi. Fokusnya ke teknologi dan sistem, bukan bongkar pasang urutan gerbong,” tegasnya.
[ RED ]


Posting Komentar