DPW AMPETRA Jateng Dampingi Direktur Bahas Struktur Saham dan Ekuitas, Tekankan Prinsip Ramah Lingkungan
TRANSFORMASINUSA.COM, BLORA – Gus Imam, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia (AMPETRA) Jawa Tengah, mendampingi Direktur PT Poeser Tata Mineral Ampetra Indonesia, Azhar, dalam pertemuan strategis yang digelar di Tambang Rakyat, Kantor Pertamina Distrik II Ledok, Desa Ledok, Kecamatan Lambong, Kabupaten Blora, Sabtu (23/6/2026).
Agenda utama kegiatan ini adalah penajaman struktur dan kepemilikan saham perusahaan, serta penyesuaian ekuitas strategis PT Holding AMPETRA Indonesia untuk periode 2026–2031. Selain itu, pertemuan juga membahas secara mendalam analisis pembagian ekuitas yang diintegrasikan dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup.
Gus Imam dalam keterangannya menegaskan bahwa pengembangan usaha pertambangan rakyat harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam. “Kami ingin memastikan setiap langkah penguatan struktur usaha dan pembagian hak kepemilikan tetap berpegang pada standar ramah lingkungan. Pertambangan bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tanggung jawab menjaga kelestarian wilayah agar tetap bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Azhar menjelaskan bahwa penataan ulang struktur dan ekuitas ini bertujuan memperkuat posisi kelembagaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang. “Optimalisasi struktur organisasi dan kepemilikan saham adalah mandat terbaru kami. Semua disusun agar lebih transparan, adil, dan tentu saja selaras dengan aturan serta norma pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyatukan visi antara manajemen perusahaan dan perwakilan masyarakat penambang, demi menciptakan sistem usaha yang kokoh, berkeadilan, dan berkelanjutan. AMPETRA sebagai wadah organisasi berkomitmen terus mengawal agar setiap kebijakan yang diambil tidak merugikan lingkungan maupun kepentingan masyarakat sekitar.
(Red)
Posting Komentar