Satgas MBG, Puskesmas, Camat dan Lurah Pantau Langsung Pelayanan di SPPG Jayamekar 2 Baros
TRANSFORMASINUSA.COM, Sukabumi – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi bersama Kepala Puskesmas, Camat Baros, serta Lurah Jayamekar melakukan kunjungan kerja ke Sentra Pelayanan dan Penyajian Gizi (SPPG) Jayamekar 2, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Rabu (20/05/2026). Kegiatan ini bertujuan melakukan pemantauan sekaligus memastikan seluruh petunjuk teknis serta pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan, termasuk meninjau langsung proses pengolahan makanan dan kebersihan ruang dapur.
Langkah ini dilakukan di tengah sorotan publik terkait penghentian sementara operasional sejumlah dapur SPPG di wilayah Kota Sukabumi. Kebijakan tersebut diterapkan akibat ditemukannya pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), yang dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran penyaluran makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menegaskan bahwa pengawasan ketat dan penegakan aturan mutlak diperlukan demi menjaga kualitas dan keamanan program. Dari hasil pemantauan di lokasi, pihaknya menyatakan puas karena SPPG Jayamekar 2 dinilai telah menjalankan seluruh ketentuan dengan tertib dan layak, khususnya dalam penyaluran makanan bagi kelompok prioritas: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Andri, kelompok tersebut menjadi sasaran utama program ini karena berkaitan langsung dengan upaya percepatan penurunan angka stunting. Pemenuhan kebutuhan gizi bagi mereka harus berjalan terus-menerus dan tidak boleh terputus.
“Program ini menyangkut kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus. Kami tidak ingin ada penerima manfaat yang kehilangan hak akses makanan bergizi hanya karena satu dapur harus berhenti beroperasi sementara waktu, tanpa ada solusi pengganti yang disiapkan,” ujarnya.
Ia pun menyarankan agar pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) segera menyusun sistem penyaluran alternatif. Hal ini penting agar saat satu unit dapur sedang dievaluasi atau diberhentikan sementara, distribusi makanan tetap berjalan lancar dan hak masyarakat tetap terjamin.
Andri juga mengingatkan bahwa program MBG merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia serta menekan angka stunting secara nasional.
Dampak positif program ini pun mulai terlihat nyata, salah satunya melalui pemantauan rutin di Posyandu. Terjadi perubahan yang cukup jelas pada kenaikan berat badan dan kondisi gizi anak, terlihat dari data sebelum dan sesudah mereka menerima manfaat program ini.
“Karena manfaatnya sudah terasa nyata, keberlangsungan program ini harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan,” tegas Andri.
Satgas MBG Kota Sukabumi pun berharap pemerintah dapat segera merumuskan regulasi teknis yang lebih lengkap. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti meskipun ada dapur SPPG yang sedang dalam proses evaluasi atau perbaikan kinerja.(tim/red)
Posting Komentar