NEWS BREAKING NEWS
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Bentak Anak di Bawah Umur Saat Menagih, Oknum Kolektor Leasing Dilaporkan ke PPA

Diduga Bentak Anak di Bawah Umur Saat Menagih, Oknum Kolektor Leasing Dilaporkan ke PPA

 
TRANSFORMASINUSA.COM,Lampsel -- oknum kolektor pembiayaan kendaraan diduga melakukan tindakan intimidasi dan pembentakan terhadap anak di bawah umur saat melakukan penagihan di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (11/5/2026). Perlakuan tersebut membuat anak korban mengalami ketakutan mendalam hingga berpotensi menimbulkan trauma psikologis.
 
Kejadian bermula saat petugas penagih yang dikenal menggunakan nama profil WhatsApp “Azi Summitomo” mendatangi rumah debitur berinisial JSM. Kedatangan tersebut bertujuan menagih tunggakan pembayaran sepeda motor. Pihak penagih menyebutkan angsuran telah menunggak selama tiga bulan, namun hal ini dibantah oleh debitur yang menyatakan pembayaran baru memasuki bulan ketiga.
 
Saat kejadian, tidak ada orang dewasa yang berada di rumah. Hanya ada anak debitur yang berusia 10 tahun, berinisial EO, yang sedang duduk sendirian di teras rumah.
 
“Waktu itu saya lagi main HP di teras rumah. Tiba-tiba datang orang kolektor motor menanyakan ayah saya. Saya bilang ayah sedang keluar. Terus dia tanya ibu saya, saya jawab ibu sedang tidur siang,” cerita EO kepada awak media, dengan suara masih terguncang.
 
Alih-alih menunggu atau bersikap sopan, oknum kolektor tersebut diduga meluapkan emosinya kepada anak kecil itu. Ia meminta EO segera memanggil ibunya dengan nada suara tinggi dan nada membentak.
 
“Dia bilang, ‘Cepat panggilin mamak kamu, kamu ini bohong,’ sambil membentak. Saya sampai kaget dan berkeringat dingin,” kenang EO.
 
Ketika oknum itu pergi, anak tersebut langsung menghubungi ayahnya melalui telepon sambil menangis histeris karena sangat ketakutan atas perlakuan orang asing tersebut.
 
“Yah… kolektor motor OTO Finance ke rumah membentak-bentak saya,” ucap EO saat menelepon ayahnya.
 
Mendengar laporan dari anaknya, JSM merasa sangat terpukul dan tidak terima. Ia menegaskan, persoalan keuangan atau tunggakan pembayaran adalah urusan orang dewasa yang seharusnya diselesaikan antara dirinya dan perusahaan pembiayaan, tidak sepatutnya melibatkan anak yang belum paham apa-apa.
 
“Saya sangat kaget anak saya menelepon sambil nangis tersedu-sedu. Saya sendiri sebagai ayah tidak pernah membentak anak saya, tapi orang asing malah berani berbuat demikian di dalam lingkungan rumah saya,” ungkap JSM dengan nada kesal.
 
“Kalau memang ada urusan penagihan, seharusnya bicara dengan saya, bukan dengan anak saya. Akibat kejadian itu, anak saya sampai trauma dan ketakutan,” tegasnya.
 
Atas peristiwa tersebut, JSM bertekad tidak akan membiarkan perlakuan itu berlalu begitu saja. Ia berencana melaporkan dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan psikis terhadap anak ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Selatan agar diproses secara hukum.
 
“Kemungkinan besar anak saya mengalami trauma akibat kejadian ini. Saya akan mengadukan persoalan ini ke PPA Polres Lampung Selatan agar ada keadilan dan kejadian serupa tidak terulang pada anak lain,” pungkasnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak manajemen OTO Finance terkait dugaan perilaku oknum kolektornya tersebut.(tim/red)

TRANSFORMASINUSA NEWS

TNC GROUP CHATT ME

Kritik dan Saran bisa melalui kolom dibawah ini,Terima Kasih

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar